Commitment 

  
Post aku hari ini masih bahasa indonesia. Maaf yah. Tapi campur inggeris la. Heh

Jadi aku ada beberapa teman datang ke aku, cerita ke aku yang dia sudah capek ngejar cewek yang sama tapi ga ada respond. Terus aku nanya, emang kamu beneran suka sama dia? Jawab nya si X, yah tergantung mood sih… What? MOOD? 
Dari kasus di atas, pingin nanya ke kalian yang maybe sudah gede dan dewasa. Kalian mahu nya pasangan kalian itu terbaik, tapi kalian udah jadi yang terbaik?? Mau ini itu ini itu, tapi kamu nya gimana? Is that even fair?? NO!  Pernah kata Lex DePraxis, ‘jangan harapkan yg terbaik kalau kalian sendiri belum terbaik. Kasihan org nya nnti!’
Pernah orang bertanyakan ke aku, kenapa begitu kuat kamu pingin sama LA sampai kan kamu nolak semua depan kamu? 

Jawapan ku simple. Karena aku sudah yakin. Coba aja nanya ke orang udah nikah gimana rasanya sewaktu nerima pasangan mereka propose? Dan nikah itu sendiri, termasuk jodoh… Itu datang pada waktu yang sangat sesuai. Aku percaya kalau nikah itu datang apabila Tuhan juga tau kamu sudah siap untuk terima tanggungjawab sebagai istri. Jodoh tidak akn datang kalau kamu belum siap. Dalam kata arti lain bukan siap pintar masak, pintar nyuci baju dll. Tapi siap mental dan fizikal untuk hidup dan support pasangan kamu sehingga Tuhan kasi kamu anak. Ga semua pasangan tau masak atau urus rumah… tapi liat gimana mereka bahagia. Yah kita ga tau cara nya apa tapi itu lah janji Tuhan buat orang yang mau nikah dan siap untuk nikah. 

Aku ga mengharap sih, tapi fokus ku emang dia aj. Kalau kedepan dia bukan orangnya, ya sudah. Yang penting aku sudah melakukan terbaik. I keep on falling in love with him and I choose him everytime, everyday, every moment. Aku bersyukur punya dia. Aku belum pernah ketemu dia for 5 years, ngomong di hp aja ga, text juga ga sering, tapi yah.. Ga tau sih. Aku yakin aja. Walaupun dia kadang ga reply whatsapp ku, ga follow teitter sama ig ku, tapi ga tau yah.. Alhamdulillah Tuhan ga pernah melahirkan rasa jealous atau insecure because i believe in him. Beda rasanya dengan sebelum ini. Makanya aku yakin and again, i choose him.  Dengan itu, tidak pernah satu detik hati atau otak aku membandingkan dia sama org lain. Dia juga punya kelemahan. Malah kalau liat, aku sama dia aj lack of communication, tapi aku ngerti dia sibuk. Aku bersyukur setiap detik yang dia berikan untuk dengar segala keluhan aku. Kadang aku kerasa ga enak karena banyak keluhan tapi percaya deh, aku keluh pada dia aja. Sama teman aja ga :/ terima kasih ya luqman, kalau setiap malam mau tidur pasti nanya kabar dan melayani cerita2 bosanku. Aku ada kamu aja. Dari dulu kok :’) you are a good listener and partner. I guess you know me better than I do gahahahaha
Jadi buat teman-teman yang masih galau dan bertanyakan kenapa sihhh si A atau B ini ga cocok sama aku. Menurut ku cocok atau tidak, kalau sudah suka, pasti kita coba adapt. Kita pasti berusaha untuk menerima walaupun sulit banget. Tapi kalau dia masih sifat jelek, mending tinggalin aja. Cuman menurutku, kalau kamu beneran suka atau sayang fikir lagi. Itu suka atau ego? Karena ramai temanku yang curhat giman imperfect nya pasnagan mereka itu but at the same time mereka jauh ga perfect dan terbyata mereka sendiri ga yakin dan ga fokus sama pasangan mereka. Yaelahhhhhh. Selfish banget. Loh mau dia perfect tapi lo aja enggak. Maanya Tuhan itu adil 😉  
Udah gede, udah dewasa. Kenapa masih mainkan perasaan orang? Kalau suka bilang, kalau ga, tinggalkan. Emang ada pacar itu enak karena sentiasa diperhatikan tapi kalau putus yah hati dan jiwa semuanya sakit. Kenapa mau buang waktu? Dan ga baik mainkan perasaan orang yang sudah mengharapkan kita. Ive been there. Aku pernah selingkuh dan diselingkuhin. Sakit rasanya. Makanya aku stop. Jadi kalau aku ga suka, aku bilang. Kalau aku ada pacar, akuga perhatian  sama org lain. Karena aku ga mau orang lain merasaakn apa aku pernah rasakan. Difikirkan lebih dalam. Kalau jaman sekolah gpp karena ga kefikiran mau nikah juga. Tapi udah pada kerja dan mau stabil. Masa sih masih berfikiran kayak anak kecil? 

Kalau kerasa masih belum ready, yaudah bikin diri sendiri happy dan ready. Jangan coba commit dan tiba-tiba mengharapkan pasangan kamu untuk perfect jika kamu aja belum siap buat dia dan ga perfect sama sekali. Its human nature. You will strive to be the best when you knew you are planning to keep the best. 

Thats all for now 🙂 

xoxo

Advertisements

Leave a reply ;

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s